MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Search for:
  • Home/
  • SUMBAR/
  • Mengenal Stasiun Pulau Air, Stasiun Tertua di Sumatera Barat dari Tahun 1891
Mengenal Stasiun Pulau Air, Stasiun Tertua di Sumatera Barat dari Tahun 1891

Mengenal Stasiun Pulau Air, Stasiun Tertua di Sumatera Barat dari Tahun 1891

0 0
Read Time:1 Minute, 7 Second

PADANG, iNews.id – Nama Stasiun Pulau Air atau Pulau Aie sudah sangat familiar di Sumatera Barat, khususnya warga Kota Padang. Terletak di wilayah Pasa Gadang, Padang Selatan, kereta api kelas I yang dibangun oleh perusahaan swasta milik Belanda bernama Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) ini beroperasi mulai 1 Juli 1891. 

Melansir laman Padang.go.id, stasiun tertua di Sumatera Barat tersebut telah ditetapkan menjadi cagar budaya Kota Padang dengan nomor inventaris 69/BCBTB/A/01/2046. Jalur yang dimiliki stasiun menghubungkan Pulau Air dan Padang Panjang, dengan panjang lintasan mencapai 71 km. Keberadaan stasiun ini tentu sangat penting dan menjadi jalur utama perdagangan di wilayah Padang. 

Stasiun Pulau Air

Usai peresmian jalur Pulau Air-Padang Panjang, pembangunan jalur dilanjutkan hingga ke Bukittinggi sepanjang 90 km. Jalur baru ini mulai digunakan pada 1 Oktober 1892, seiring dengan beroperasinya Pelabuhan Teluk Bayur (dulu dikenal dengan Pelabuhan Emmahaven).

Merujuk laman Indonesia.go.id, pembangunan jalur kereta dan segala fasilitas lain di Sumatera berkembang secara pesat setelah ditemukannya tambang batu bara di Ombilin, Sawahlunto, pada tahun 1868. Tambang tersebut ditemukan oleh Willem Hendrik de Greve, seorang ahli geologi yang berasal dari golongan terkemuka Belanda. Jalur kereta api kemudian dibangun dengan tujuan untuk mengangkut hasil perkebunan, batu bara, dan penumpang dari pelabuhan Muaro ke Emmahaven dan sebaliknya.

Editor : Nani Suherni

Follow Berita iNewsSumbar di Google News

Bagikan Artikel:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21